Berawal dari perkenalanku dengan seorang seniman yang dekat dengan rasa syukur dan tentunya dekat dengan Alloh, yaitu Harun Yahya. Seorang seniman yang kuliah di universitas seni di Negara Turki karyanya penuh dengan penunjukan-penunjukan keagungan Alloh, dari sana ku tertarik untuk bisa belajar dan mencari ilmu di Negara Turki. Harapan besar yang ku panjatkan dan ku simpan disana.
Walau ku pikir semua itu sungguh jalan yang sulit, diibaratkan diriku seekor gajah yang terhimpit disebuah ruangan bertembokan baja dan mempunyai jalan keluar hanya sebesar jarum, akan tepapi ku mempunyai Robb yaitu Alloh SWT, yang bisa menolongku, Dia cukup mengatakan “Kun fayakun” apabila Dia berkehendak tak ada yang bisa menghalangi nya. Pikirku semua di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, selama kita menyempurnakan ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Nya.
Ku tak ingin jadi orang bodoh yang hanya terpaku di sebuah rawa yang bembuatku diam dan tidak bisa bergerak untuk mengembangkan sayap harapan dan sayap cita-citaku. Ku tak ingin sayapku ini patah karena ku tak berusaha, ku ingin sayap ini tetap merebah layaknya seekor rajawali yang dapat mejelajahi cakrawala dunia. Mengapa kita tidak mampu? Padahal Alloh memperikan fasilitas yang begitu menakjubkan yaitu Otak dan Hasrat atau kemauan.
Kata “Kun fayakun” itu yang menjadi semangat buatku untuk berusaha agar bisa belajar dan menuntut ilmu di Turki, walau kini usiaku tidak memungkinkan untuk bisa mendapatkan Beawiswa kesana, akan tetapi semangant ku tetap membara karena Alloh, dan ku yakin suatu saat ku dapat mengunjungi kota Turki walaupun hanya belajar di musin panas.

